Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Rabu, 19 Maret 2014

Team Work



Team Work
Apa itu team work ?
Team work bisa diartikan sebagai kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai  misi yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama.

Pengertian team work
team work berasal dari bahasa asing teridiri dari dua kata team dan work. Team adalah sekumpulan orang yang terdiri atas dua,lima hingga sepuluh. work berarti kerja atau kegiatan yang di jalankan setiap individu yang telah terpenuhi syarat kesepahaman di dalam team itu sendiri.
Untuk bias membangun team work yang baik dan tangguh maka kita memebutuhkan sebagai berikut :
-         - Visi dan misi
-        -  Saling percaya
-        -  Saling menghormati

Contoh nyata dalam team work dalam kehidupan nyata ?
Dalam kegiatan perkantoran salah satu teman saya dapat di percaya sebagai penanggung jawab di perkantorannya dan sangat dituntut untuk selalu menjaga komunikasi antar setiap pegawwainya, dari situ kita bias liat kerja sama antar anggota kantor sangat diutamakan.
Kesimpulan dari team work untuk membentuk dan membangun team work yang solid, tentu tidak semudah kita membalikan telapak tangan, team work yang solid akan menciptakan hasil yang maksimal dalam suatu tim tersebut.

Postinag ini terdiri dari Sumber :
    

softskill  ” teori irganisasi umum ”
date : 19-03-2014
tugas minggu ke 1




Selasa, 12 November 2013

JALUR KEAGAMAAN

Jalur Keagamaan

Jalur keagaaman bisa juga di sebut Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan
Contohnya saya dapat dari blog sebelah : Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Sarikat Islam (SI), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Gabungan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam (GUPPI), Majelis Da’wah Islamiyah (MDI), Dewan Mesjid Indonesia (DMI), Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Aisyiah, Muslimat NU, dan sebagainya. Sedangkan organisasi keagamaan Islam yang bersifat lokal pada umumnya bergerak di bidang da’wah dan pendidikan seperti: Majelis Ta’lim, Yayasan Pendidikan Islam, Yayasan Yatim Piatu, Lembaga-Lembaga Da’wah Lokal, dsb.
Pada dasarnya jalur keagamaan mengajarkan tentang agama yang di anut oleh masing masyarakat, jalur keagaaman sedikit berbeda dengan jalur logika biasanya jalur logika yang orang pahamin seperti ini, pelajari dulu, uji , bandingkan , lakukan pengkajian dan pemikiran yang mendalam barulah kemudian kita percaya. Kebanyakan jalur ini di pake oleh orang-orang yang tidak menganut agama apapun itu menurut survey saya loh berbeda dengan anda mungkin pendapat anda berbeda dengan saya tuliskan disini.

Sedangkan jalur keagaamaan itu sesuai dengan agama yang di anut masing-masing seperti islam berpatokan dengan al-quran ayat-ayat dan hadis. Saran saya sebagai manusia kita sama-sama membutuhkan logika maupun agama. untuk hal-hal yang ghaib memang tidak bisa dihubungkan dengan logika. tapi kalau mengenai peraturan-peraturan kita untuk hidup di dunia, ya harus dipikirkan apakah aturan itu masuk akal apa tidak. ada manfaatnya atau tidak. kira-kira seperti itu. Sekian dari penjelasan jalur agama mohon maaf bila ada salah ucap saya juga masih belajar tentang kedua hal tersebut

Selasa, 29 Oktober 2013

DESKRIPSI DIRI

DESKRIPSI DIRI
Nama Saya Fikri Hartadi. Saat ini saya berkuliah di universitas gunadarma. Saya lahir di Depok 1994-06-10 dan saat ini masih menetap di depok. Saat ini saya kuliah mengambil jurusan system informasi tadinya saya berfikir kalo masuk jurusan itu tidak ada pelajaran IPA atau sejenisnya tetapi dugaan saya meleset.

Saya anak ke-2 dari dua bersaudara, harapan saya masuk ke universitas gunadarma di jurusan system informasi mungking saya bisa atau dapat membuat game sendiri atau aplikasi saya sendiri. Saya berharap lulus dengan tepat waktu karna saya tidak ingin merepokan orang tua saya. Cukup sekian dari deskirpsi diri saya, saya ucapkan terimakasih.

Jumat, 27 September 2013




PENGALAMAN ORGANISASI


Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang berkelompok atau makhluk yang besosialisasi, yang maksudnya  itu manusia tidak dapat hidup dengan sendiri atau individual. Biasanya di sekolah-sekolah dasar SMP atau SMA diadakan suatu organisasi untuk manusia saling berinteraksi satu sama lainya, biassanya bentuk organisasi yang ada berbentuk ekstrakulikuer seperti olahraga agama bahasa dan lain-lain.

Dulu saya sempat mengikuti ekstrakulikuler saat SMP yauitu osis, biasanya saya mengurusi keluahan soal fasilitas murid dan memantau organisasi murid lainnya, saya juga pernah mengurusi festival atau acar-acara penting seperti hari kemerdekaan, lomba, PENSI (pentas seni) di sekolah saya, tapi dari pengalaman saya itu saya dapat hal-hal yang penting, dari kekompaan teman dan pengalaman yang menarik. Dari sini lah saya banyak pengalaman yang menarik dan seru selama saya di SMP

Sumber            :  pengalaman pribadi saya


Sabtu, 06 Juli 2013

hubungan manusia dan keadilan


HUBUNGAN MANUSIA DAN KEADILAN

Keadilan 
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" . Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil". Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" . Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. Keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
 Keadilan bisa juga diartikan sebagai pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki “hak yang sama dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.  Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki ciri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas.
Dalam kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalu dibenturkan oleh berbagai  permasalahan dan kendala yang dihadapinya.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan. Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1.       Faktor ekonomi.
Setiap manusia berhak hidup layak dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.

2.       Faktor Peradaban dan Kebudayaan
Sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang hal ini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hampir pada setiap individu.

3.       Teknis
Untuk mempertahankan keadilan, kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lain kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun, sulit membedakan mana yang benar dan salah.
Pada intinya, keadilan adalah suatu tindakan manusia yang dilandasi oleh kebenaran dan kebenaran itu di perjuangkan oleh manusia tersebut. Dapat disimpulkan keadilan adalah sebagai titik tengah kebenaran yang dilandasi oleh nilai kebaikan. Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan. Dalam maknanya, Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana

Sumber :

Nama   : Fikri Hartadi
Kelas   : 1KA11
NPM   : 12112941

Sabtu, 18 Mei 2013

REVOLUSI BUDAYA



REVOLUS BUDAYA

Revolusi Kebudayaan

Secara harifa Revolusi adalah adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap 'cepat' karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan, menjebol, dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol dan membangun.

Dalam pengertian umum, revolusi mencakup jenis perubahan apapun yang memenuhi syarat-syarat tersebut. Misalnya Revolusi Industri yang mengubah wajah dunia menjadi modern. Dalam definisi yang lebih sempit, revolusi umumnya dipahami sebagai perubahan politik.
Revolusi Kebudayaan  Republik Rakyat China ialah perebutan kuasa dalam Parti Komunis China yang menjelma sebagai huru-hara sosial, politik dan ekonomi berskala besar, yang menjadi-jadi sehingga melibatkan bahagian besar masyarakat China lalu membawa seluruh negara ke pinggir perang saudara.
Dalam pengertian umum, revolusi mencakup jenis perubahan apapun yang memenuhi syarat-syarat tersebut. Misalnya Revolusi Industri yang mengubah wajah dunia menjadi modern. Dalam definisi yang lebih sempit, revolusi umumnya dipahami sebagai perubahan politik.

Sejarah modern mencatat dan mengambil rujukan revolusi mula-mula pada Revolusi Perancis, kemudian Revolusi Amerika. Namun, Revolusi Amerika lebih merupakan sebuah pemberontakan untuk mendapatkan kemerdekaan nasional, ketimbang sebuah revolusi masyarakat yang bersifat domestik seperti pada Revolusi Perancis. Begitu juga dengan revolusi pada kasus perang kemerdekaan Vietnam dan Indonesia. Maka konsep revolusi kemudian sering dipilah menjadi dua: revolusi sosial dan revolusi nasional.

Pada abad 20, terjadi sebuah perubahan bersifat revolusi sosial yang kemudian dikenal dengan Revolusi Rusia. Banyak pihak yang membedakan karakter Revolusi Rusia ini dengan Revolusi Perancis, karena karakter kerakyatannya. Sementara Revolusi Perancis kerap disebut sebagai revolusi borjuis, sedangkan Revolusi Rusia disebut Revolusi Bolshevik, Proletar, atau Komunis. Model Revolusi Bolshevik kemudian ditiru dalam Perang Saudara Tiongkok pada 1949

Karakter kekerasan pada ciri revolusi dipahami sebagai sebagai akibat dari situasi ketika perubahan tata nilai dan norma yang mendadak telah menimbulkan kekosongan nilai dan norma yang dianut masyarakat.

Contohnya :
Revolusi ini dirasmikan oleh pengerusi Parti Komunis China, Mao Zedong pada 16 Mei 1966, sebagai sebuah kempen untuk melepaskan China daripada unsur-unsur "bourgeoisie bebas" serta meneruskan perjuangan kelas berevolusi, tetapi juga disifatkan orang ramai sebagai satu cara untuk mengawal semula parti setelah Kemaraan Raksasa yang menemui kegagalan besar mengakibatkan Mao banyak kehilangan kuasa beliau kepada pesaing-pesaing Liu Shaoqi dan Deng Xiaoping, lalu menjadi gelombang perebutan kuasa antara puak-puak di peringkat setempat dan kebangsaan.

Meskpun Mao sendiri secara rasminya mengisytiharkan Revolusi Kebudayaan tamat pada tahun 1969, istilah ini juga merangkumi tempoh antara 1969 dan penahanan Geng Berempat pada tahun 1976 dalam kegunaan masa kini.
Lainnya lagi adalah pada dunia ‘internet’ yang selalu mengalami revolusi. Sederhananya saja, smadav yang dengan cepat dapat meng-upgrade versi lamanya ke versi terbaru dengan system yang sudah di perbaharui tentu saja. Dan pernah kalian sadar? Tidak butuh satu hingga puluhan tahun unutk upgrade satu versi ke versi lain.



Sumber :

Evolusi Budaya


EVOLUSI BUDAYA
Sejarah Evolusi Budaya
Evolusi kebudayaan ini berlangsung sesuai dengan perkembangan budi daya atau akal pikiran manusia dalam menghadapi tantangan hidup dari waktu ke waktu. Proses evolusi untuk tiap kelompok masyarakat di berbagai tempat berbeda-beda, bergantung pada tantangan, lingkungan, dan kemampuan intelektual manusianya untuk mengantisipasi tantangan tadi.

Teori- teori Evolusi Kebudayaan
Proses Evolusi secara universal Menurut konsepsi tentang proses evolusi sosial universal, semua hal tersebut harus dipandang dalam rangka masyarakat manusia yang telah berkembang dengan lamnbat (berevolusi) dari tingkat paling rendah dan sederhan ketingkat- tingkat yang makin lama makin tinggi dan complex. Proses evolusi ini akan dialami oleh semua masyarakat manusia dimuka bumi, walaupun dengan kecepatan yang berbeda-beda.
Teori Evolusi dengan kebudayaan di Indonesia
Awalnya orang Indonesia memiliki kepercayaan Animisme dan Dinamisme, kemudian mulai percaya dengan agama Hindhu-Budha, hingga pada akhirnya mengenal agama Kristen dan Islam. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia juga mengalami garis besar evolusi universal sesuai dengan apa yang dikatan dalam teori H. Spencer.
Dimulai dari Animisme yang merupakan kepercayaan dimana orang-orang percaya kepda roh-roh nenek moyang dan Dinamisme yang merupakan kepercayaan bahwa didalam benda-benda terdapat kekuatan ataupun roh-roh gaib. Bangsa Indonesia kemudian mengenal agama Hindhu-Budha yang melakukan sinkretisme dengan kepercaayaan animism dan dinamisme dimana bangsa Indonesia diajarkan untuk mengenal dewa-dewa. Dalam hal ini, bangsa Indonesia naik tingkat dari menyembah nenek moyang beralih ke dewa-dewa. Dan datanglah Nasrani yang dibawa oleh penjajah asal Eropa yang mulai menyembah Tuhan, kemudian Islam yang dibawa oleh para pedagang bangsa Gujarat.

Teori Evolusi keluarga L.H Morgan
Morgan mendapatkan suatu cara untuk mengupas semua system kekerabatan dari semua suku bangsa bangsa, cara ini didasarkan pada gejala kesejajaran yang seringkali ada diantara system istilah kekerabatan dan system kekerabatan
Sesuai dengan zamannya ia juga percaya kepada konsep evolusi masyarakat. Karya pokok yang berjudul Ancient Society melukiskan proses evolusi masyarakat daqn kebudayaan manusia melalui delapan tingkat evolusi yang universal. Menurut Morgan masyarakat dari semua bangsa didunia sudah atau masih akan menyelesaikan proses evolusinya melalui kedelapan tingkat evolusi sebagai berikut:
1.       Zaman Liar Tua, zaman sejak adanya manusia manusia samapai ia menemukan api, dalam zaman ini manusia hidup dari meramu, mencari akar-akar dan tumbuh-tumbuhan liar.
2.       zaman liar madya, zaman sejak manusia menemukan api, sampai ia menemukan senjata busur-panah; dalam zaman ini manusia mulai merobah mata pencaharian hidupnya dari meramu menjadi pencari ikan disungai-sungai atau menjadi pemburu.
3.       zaman liar madya, zaman sejak manusia menemukan senjata busur panah, sampai ia mendapatkan kepandaian membuat barang- barang tembikar; dalam zaman ini mat pencaharian hidupnya masih berburu.
4.       zaman barbar tua, yaitu zaman sejak manusia menemukan kepandaiana membuat tembikar samapai ia mulai beternak atau bercocok tanam.
5.       zaman barbar madya, yaitu zaman sejak manusia beternak atau bercocok tanam sampai ia menemukan kepandaiana membuat benda-benda dari logam.
6.       zaman barbar muda, zaman sejak manusia menemukan kepandaian membuat benda-benda dari logam, sampai ia mengenal tulisan.
7.       zaman peradaban purba
8.       zaman peradaban masa kini

Teori J.G Frazer Mengenai ilmu gaib dan religi.
Teori Frazer mengenai asal mula religi dapat diringkas sebagai berikut: manusia memecahkan soal- soal hidupnya dengan akal dan system pengetahuannya, tetapi akal dan system pengetahuan itu ada batasnya. Makin terbelakang kebudayaan manusia, makin sempit lingkaran batas akalnya. Soal- soala hidup yang tak dapat dipecahkan akal pikiran dipecahakan dengan magic, ilmu gaib. Magic menurut Frazer adalah semua tindakan manusia untuk mencapai suatu maksud melalui kekuatan- kekuatan yang ada dibelakangnya. Manusia mula-mula hanya menggunakan ilmu gaibuntuk memecahkan soal-soal hidupnya yang ada diluar batas kemampuan dan pengetahuan akalnya. Ilmu gaib menurut Frazer adalah segala system tingkah laku dan sikap manusia untuk mencapai suatu maksud dengan menguasai dan mempergunakan kekuatan-kekuatan dan kaidah gaib yang ada didalam alam. Sebaliknya religai adalah segalasistem tingkah laku manusaia untuk mencapai suatu maksud dengan cara menyandarkan dirir pada kemauan dan kekuasaan mahluk halus seperti roh-roh,dewa-dewa,dsb.

Teori evolusi religi E.B Tylor
Dalam bukunya Primitive culture: research into the development of mythology, philosophy, religion, language, art and custom, asal mula religi adalah kesadaran manusia akan adanya jiwa. Kesadaran akan faham jiwa itu disebabkan karena dua hal, yaitu:
1.    Perbedaan yang tampak pada manusia antara hal-hal yang hidup dan hal-hal yang mati. Satu organisma pada satu saat bergerak artinya hidup, dan pad asatu saat tidak bergerak artinya mati.
2.    Peristiwa mimpi. Dalam mimpinya manusia melihat dirinya ditempat –tempat lain (bukan ditempat dimana ia sdang tidur), maka manusia itu mulai membedakan antara tubuh jasmaninya yang ada ditempat tidur, dan suatu bagian lain dari dirinya yang pergi ketempat- tempat lain. Bagian itulah yang disebut jiwa.
Sifat abstrak dari jiwa itu menimbulkan keyakinan pada manusia bahwa jiwa dapat hidup langsung, lepas dari tubuh jasmaninya. Pada waktu hidup, jiwa itu masih tersangkut kepada tubuh jasmani dan hanya dapat meninggalkan tubuh pada waktu manusaia itu tidur atau pingsan. Karena pada saat serupa itu kekuatan hidup pergi melayang, maka tubuh berada dalam keadaan lemah.
Pada tingkat tertua dalam evolusi religinya, manusia percaya bahwa mahluk- mahluk halus itulah yang menempati alam sekeliling tempat tinggalnya. Mahluk- mahluk halus yang tinggal dekat tempat tinggal manusia itu, yang bertubuh halus sehingga tidak dapat tertangkap oleh panca indra manusia, mendapat tempat yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sehingga menjadi obyek penghormatan dengan penyembahannya, yang disertai berbagai upacara berpa doa penyembahannya, yang disertai berbagai upacara doa, sajian, atau korban. Religi ini disebut animisme.
Tylor melanjutkan teorinya tentang asal- mula religi dengan suatu uraian tentang evolusi religi, yang berdasarkan cara berpikir evolusionisme. Animisme pada dasarnya merupakan keyakinan kepada roh-roh yang mendiami alam semesta sekeliling tempat tinggal manusia, merupakan bentuk religi, manusia yakin bahwa gerak alam yang hidup itu juga disebabkan adanya dibelakang peristiwa-peristiwa dan gejala alam itu.sungai-sungai yang menglairdan terjun kelaut, gunung-gunung yang meletus, gempa bumi, angin taufan, gerak matahari, tumbuhnya tumbuh-tumbuhan; disebabkan oleh mahluk halus yang menemepati alam. Jiwa alam itu kemudian dipersonifikasaikanb dan dianggap sebagai mahluk yang memiliki dengan kemauan dan pikiran, yang disebut dewa-dewa alam. Pada tingkat keiga dalam evolusi religi, bersama dengan timbulnya susunan kenegaraaan, serupa dalam dunia mahluk manusia.

Teori Evolusi dengan kebudayaan di Indonesia
Awalnya orang Indonesia memiliki kepercayaan Animisme dan Dinamisme, kemudian mulai percaya dengan agama Hindhu-Budha, hingga pada akhirnya mengenal agama Kristen dan Islam. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia juga mengalami garis besar evolusi universal sesuai dengan apa yang dikatan dalam teori H. Spencer.
Dimulai dari Animisme yang merupakan kepercayaan dimana orang-orang percaya kepda roh-roh nenek moyang dan Dinamisme yang merupakan kepercayaan bahwa didalam benda-benda terdapat kekuatan ataupun roh-roh gaib. Bangsa Indonesia kemudian mengenal agama Hindhu-Budha yang melakukan sinkretisme dengan kepercaayaan animism dan dinamisme dimana bangsa Indonesia diajarkan untuk mengenal dewa-dewa. Dalam hal ini, bangsa Indonesia naik tingkat dari menyembah nenek moyang beralih ke dewa-dewa. Dan datanglah Nasrani yang dibawa oleh penjajah asal Eropa yang mteori evolusi keluarga JJ. Bachofen jika dianalisis juga diterapkan dalam kebudayaan di Indonesia terhadap aneka warna manusia. Ada empat tingkat evolusi yang dialami warga manusia, yaitu promiskuitas, matriarchate, patriarchate, dan parental. Seperti contoh dalam masyarakat Minang, dimana dalam pengambilan garis pengambilan keturunan diambi dari garis keturunan Ibu atau wanita yang disebut matriarchate.ulai menyembah Tuhan, kemudian Islam yang dibawa oleh para pedagang bangsa Gujarat.


SUMBER :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates